Pertama, Graving Dock (dok kolam atau dok gali)
Dok kolam atau dok gali adalah jenis dok yang dibangun dengan bentuk seperti kolam dan berlokasi di tepi laut stau sungai. Untuk keluar masuknya kapal dari dok, dibuatlah sebuah pintu. Pintu dok kolam berbentuk ponton, yang dibuat dari konstruksi baja. Pintu itu terdiri dari rongga yang dapat diisi air atau dikosongkan. Pintu itu dapat terapung di atas air dan dipindahkan bila rongga-rongga telah dikosongkan airnya. Sebaliknya katup dapat dibuka guna mengisi rongga-rongga dengan air dan berakibat pintu tenggelam. Dok kolam atau dok gali diperlengkapi dengan pompa air, untuk mengatur keluar masuknya air ke dalam dok.
Kelebihan dari dok kolam atau dok gali adalah
- Biaya pemakaian relatif kecil
- Umur lebih panjang dibanding dok jenis lain
- Peralatan pendukung lebih sedikit
- Menggunakan pompa sebagai penggerak utama
Kekurangannya adalah
- Biaya pembuatan konstruksi cukup besar
- Membutuhkan waktu pembuatan yang cukup lama
- Bangunan tetap dan tidak dapat dipindahkan
Kedua, Floating dok ( dok apung)
Floating dok (dok apung) sesuai dengan namanya adalah suatu konstruksi bangunan yang terdiri dari ponton-ponton yang memiliki katup pengangkat, pompa air, perlengkapan reparasi kapal dan tambatan untuk kapal yang akan berlabuh disana. Ponton-ponton itu dapat ditenggelamkan atau diapungkan dengan arah vertikal sesuai dengan kebutuhan.
Kelebihan dari dok apung adalah
- Dapat dipindah-pindahkan
- Biaya untuk pembuatan konstruksi lebih murah dibanding dengan pembuatan dok kolam
Kekurangannya adalah
- Umur pemakaian relatif pendek bila dibanding dengan dok kolam
- Membutuhkan tenaga penggerak yang lebih besar daripada dok kolam
- Memerlukan daerah perairan yang cukup dalam untuk menghindari Lumpur.
Ketiga, Slip Way (dok tarik)
Slip way dock atau dok tarik adalah cara untuk mengedokkan kapal dengan meletakkan kapal diatas suatu rel yang disebut sebagai troley, setelah kapal didudukkan diatas troley maka kapal akan ditarik dari permukaan air dengan alat derek khusus sampai ke bagian perairan yang tidak terpengaruh oleh pasang surutnya air, sehingga pengerjaan dapat berjalan dengan aman.
Keempat, Syncrholift Dock (dok angkat)
Jenis dok yang terakhir kita bahas adalah synchrolift dock atau sering disebut sebagai dok angkat dalam bahasa Indonesia.
Dok angkat adalah suatu teknik pengedokan kapal dengan lift. Dok ini termasuk yang langka dipergunakan di dunia maritim. Kapal akan diangkat dengan menggunakan lift dengan kekuatan yang tertentu dan diletakkan dalam suatu posisi.
Sampai di sini dulu pengenalan kita akan dunia pengedokan kapal. Sampai jumpa di lain kesempatan. (IHW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.