Sabtu, 24 Februari 2018

Mengenal bermacam jenis dok

Dalam dunia perkapalan, dok sangatlah penting. Mari kita berkenalan dengan beberapa macam dok yang ada

Pertama, Graving Dock (dok kolam atau dok gali)




Dok kolam atau dok gali adalah jenis dok yang dibangun dengan bentuk seperti kolam dan berlokasi di tepi laut stau sungai. Untuk keluar masuknya kapal dari dok, dibuatlah sebuah pintu. Pintu dok kolam berbentuk ponton, yang dibuat dari konstruksi baja. Pintu itu terdiri dari rongga yang dapat diisi air atau dikosongkan. Pintu itu dapat terapung di atas air dan dipindahkan bila rongga-rongga telah dikosongkan airnya. Sebaliknya katup dapat dibuka guna mengisi rongga-rongga dengan air dan  berakibat pintu tenggelam. Dok kolam atau dok gali diperlengkapi dengan pompa air, untuk mengatur keluar masuknya air ke dalam dok.

Kelebihan dari dok kolam atau dok gali adalah

  • Biaya pemakaian relatif kecil
  • Umur lebih panjang dibanding dok jenis lain
  • Peralatan pendukung lebih sedikit
  • Menggunakan pompa sebagai penggerak utama
Kekurangannya adalah

  • Biaya pembuatan konstruksi cukup besar
  • Membutuhkan waktu pembuatan yang cukup lama
  • Bangunan tetap dan tidak dapat dipindahkan


Kedua, Floating dok ( dok apung)


 


Floating dok (dok apung) sesuai dengan namanya adalah suatu konstruksi bangunan yang terdiri dari ponton-ponton yang memiliki katup pengangkat, pompa air, perlengkapan reparasi kapal dan tambatan untuk kapal yang akan berlabuh disana. Ponton-ponton itu dapat ditenggelamkan atau diapungkan dengan arah vertikal sesuai dengan kebutuhan.

Kelebihan dari dok apung adalah

  • Dapat dipindah-pindahkan
  • Biaya untuk pembuatan konstruksi lebih murah dibanding dengan pembuatan dok kolam
Kekurangannya adalah

  • Umur pemakaian relatif pendek bila dibanding dengan dok kolam
  • Membutuhkan tenaga penggerak yang lebih besar daripada dok kolam
  • Memerlukan daerah perairan yang cukup dalam untuk menghindari Lumpur.

Ketiga, Slip Way (dok tarik)



Slip way dock atau dok tarik adalah cara untuk mengedokkan kapal dengan meletakkan kapal diatas suatu rel yang disebut sebagai troley, setelah kapal didudukkan diatas troley maka kapal akan ditarik dari permukaan air dengan alat derek khusus sampai ke bagian perairan yang tidak terpengaruh oleh pasang surutnya air, sehingga pengerjaan dapat berjalan dengan aman.

Keempat, Syncrholift Dock (dok angkat)

Jenis dok yang terakhir kita bahas adalah synchrolift dock atau sering disebut sebagai dok angkat dalam bahasa Indonesia.



Dok angkat adalah suatu teknik pengedokan kapal dengan lift. Dok ini termasuk yang langka dipergunakan di dunia maritim. Kapal akan diangkat dengan menggunakan lift dengan kekuatan yang tertentu dan diletakkan dalam suatu posisi.

Sampai di sini dulu pengenalan kita akan dunia pengedokan kapal. Sampai jumpa di lain kesempatan. (IHW)

Senin, 19 Februari 2018

Mengenal dunia perkapalan

Terus terang saya jadi tertarik menuliskan sekilas tentang dunia perkapalan karena kebetulan keluarga kami berkarya dalam dunia maritim khususnya penyedia layanan perawatan dan perbaikan kapal ukuran kecil dengan tonase ringan. Mungkin artikel ini kelak ada manfaatnya bagi para mahasiswa saya yang mungkin tertarik pada dunia maritim, atau bahkan sudah berkecimpung di bidang tersebut melalui keluarganya, dll. Mengingat NKRI adalah suatu negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas, namun potensinya belum tergarap secara optimum. Peluang untuk berkarier ataupun berwirausaha di bidang maritim saya lihat masih cukup besar. Bagi yang tertarik silahkan untuk mencobanya.

Untuk kali ini saya akan membahas beberapa jenis kapal yang umum dipergunakan di dalam dunia maritim dan banyak ditemukan di Indonesia.

Penulisan ini difokuskan untuk memperkenalkan kapal-kapal niaga dan kapal yang berfungsi sebagai supporting operation di laut.

Inilah jenis-jenis kapal tersebut menurut klasifikasi nya secara sederhana;

1. Kapal tanker, adalah kapal yang dipergunakan untuk memuat minyak atau bahan non liquid lainnya. Menurut penggunaannya kapal tanker ini ada beberapa macam misalnya kapal tanker minyak bumi, kapal tanker gas bumi, kapal tanker bahan kimia, dsb.



2. Kapal Kontainer, kapal yang biasa dipergunakan untuk mengangkat peti kemas (container) dengan ukuran standard



3. Kapal Kargo, jenis kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain.


4. Kapal Kargo Curah, biasa disebut juga sebagai bulk carrier. Kapal yang dipergunakan khusus untuk mengangkut kargo curah seperti biji-bijian, batubara, semen, dsb.


5. Kapal Ro-Ro, adalah kapal yang dipergunakan untuk mengangkut kendaraan dengan menggunakan alat pemuat otomatis yang dapat memasukkan dan mengeluarkan kendaraan sendiri.


6. Kapal tongkang, kapal yang dipergunakan untuk angkutan di sungai ataupun kanal. Kapal tongkang ini ada yang bermesin ada juga yang tidak menggunakan mesin.


7. Kapal tunda, kapal yang digunakan untuk mendorong atau menarik kapal lainnya.


8. Kapal angkat berat, kapal yang khusus di design untuk menarik atau memuat muatan yang sangat besar dan berat.


9. Kapal floating production,storage and offloading, adalah sebuah fasilitas lepas pantai yang biasa dipergunakan untuk produksi, menyimpan,menaikkan hasil produksi ke kapal tanker atau disalurkan melalui pipa penyaluran di laut. Kapal jenis ini biasa dipergunakan di ladang minyak ataupun gas
bumi di lepas pantai.


10. Kapal keruk, dari namanya saja kita sudah tahu jenis kapal ini biasa digunakan untuk mengeruk sendimen-sendimen dasar di laut dangkal atau di wilayah air tawar.


11. Kapal bor, fasilitas pengeboran minyak lepas pantai yang memiliki bentuk seperti kapal konvensional.


12. Kapal rambu, biasa dipergunakan oleh dinas kelautan untuk membawa, memasang, dan mereparasi rambu-rambu navigasi di laut.



Demikianlah sekelumit dunia perkapalan khususnya untuk kapal niaga dan kapal yang digunakan untuk supporting operation di laut. Lain kali kita lanjutkan dengan membahas jenis-jenis kapal dari kategory yang berbeda.

(IHW)